Contenuto Principale
Animasi bipi
make animated gifs like this at MakeaGif
Banner
Banner
Pemijahan Lele Secara Buatan Itu Berkat Orang Bule

Pemijahan lele secara buatan atau istilah kerennya induce breeding, kini banyak orang yang sudah ahli. Berkat keahlian itu, mereka dapat memproduksi benih lele dalam jumlah besar dan kontinyu, kemudian benih-benih itu mereka jual, uangpun mengalir ke tangan, berikut keuntungan. Tak sampai disitu saja, merekapun banyak sudah bisa mengajarkan kepada yang lain, anak, saudara, teman dan orang lain. Bahkan ada yang sudah turun temurun.

Demikian juga saya. Masih teringat dengan jelas ketika saya pertama kali terjun dalam bisnis lele, tahun 1984. Berawal dengan menjadi seorang penjual. Benihnya dari teman, pembelinya juga diberi kabar oleh teman. Setelah teransaksi dengan kedua belah, jadi penjualan itu sebanyak 4-000 ekor. Benih dianjuk (maksudnya tidak kontan) seharga Rp. 70,- dijual Rp. 150,-. Dalam sekali, Rp. 320.000,- masuk kantong. Uang tersebut sangat besar kala itu.

Sayapun tidak berhenti sampai disitu saja, secara kebetulan pembeli tersebut ingin belajar pembenihan lele. Keinginan itu segera saya kabulkan, karena itulah kesempatan, asalkan dia mau mengeluarkan seluruh biayainya. Tapi, uang bukan soal baginya, nyatanya seluruh kebutuhan dipenuhinya, mulai dari kolam, bahan-bahan dan peralatan. Hasilnya dijual dan keuntungan dibagi. Sayapun dapat uang cukup banyak dari kerjasama itu.

Keahlian sudah dikuasai, uang sudah didapat dan keuntungan terus mengalir serta tingkat kehidupan sudah meningkat. Dulu ngontrak, atau numpang sama mertua kini punya sendiri. Dulu jalan kaki, kini naik kendaraan. Dulu untuk makan saja susah, kini kebutuhan tersebut terpenuhi. Anak-anakpun bisa sekolah hingga ke peguruan tinggi. Dari keahlian itu, banyak dari mereka yang sudah menjadi tokoh yang disegani di daerahnya.

Namun apakah mereka tahu, dari siapa mereka mendapatkan keahlian itu atau siapa sebenarnya orang yang berjasa mengajarkan mereka. Untuk pengajar langsung mungkin mereka kenal. Misalnya tetangga, teman, orang tua atau penulis buku. Tapi untuk pengajar sebelumnya saya yakin banyak yang tidak mengenalnya. Yang pasti perjalanannya sangat panjang, mulai dari para peneliti, praktisi, penyuluh dan orang lain.

Lewat tulisan ini, saya ingin kasih tahu. Karena saya termasuk orang yang tahu sejarah masuknya tekonologi pemijahan lele buatan. Pada tahun 1983, saat saya setahun bekerja, ikan lele masuk ke Indonesia, termasuk lewat kantor saya, Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) kala itu, sekarang Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Namun para pejabat dan praktisi belum menetahui cara pengembangannya.

Keadaan itu memaksa pimpinan puncak untuk mendatang seorang ahli. Ternyata tenaga ahli itu berasal dari negeri nun jauh di sana, seorang Warga Negara Belanda, namun sayang, saya sudah lupa namanya. Dialah yang mengajarkan cara memilih induk yang baik, cara menyuntik induk betina, cara mengambil dan membuat larutan sperma dan cara menetaskan telur hingga menetas. Jadi pemijahan lele secara buatan itu berkat Si Bule, 

 
Ricerca / Colonna destra
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
We have 10 guests online
mod_vvisit_counterHari ini7
mod_vvisit_counterKemarin614
mod_vvisit_counterBulan ini621
mod_vvisit_counterTotal801403