PELATIHAN LELE TIAP HARI MINGGU (FULL DAY) MATERI LENGKAP 80 % PRAKTEK. 0858 6204 5555 / 0812 8416 1000
TERSEDIA MESIN PAKAN
Banner
KARYA TH 2013
Banner
BERAGAM IKAN TAWAR
Animasi Ikan on Make A Gif
make animated gifs like this at MakeAGif
TERSEDIA MESIN PAKAN
Banner
Banner
PAKAN MURAH
Banner
PUPUK HIGEINIS
Banner
PLATIHAN ONLINE
Banner
Cuplikan DVD Pelatihan
Banner
Profile Finish on Make A Gif
make animated gifs like this at MakeAGif
BINA INSAN PERIKANAN INDONESIA (BIPI) SUKABUMI - Pencipta Pupuk Higeinis, Obat Penyakit Lele Terampuh & Formula Pakan Super Murah
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Beberapa Testimoni Dari Para Pengguna Pupuk Higeinis (PH)

 

Pupuk Higeinis (PH) memang belum lama tercipta, namun efektifitasnya sudah dirasakan penggunanya, baik sebagai obat penyakit lele, penghilang bau air, penumbuh pakan alami dan pencipta lingkungan yang baik. Para pengguna yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berhasil mendapatkan resep jitu itu dari berbagai program Bina Insan Perikanan Indonesia (BIPI), diantaranya dengan melalui pelatihan langsung setiap bulan, pelatihan online dan bimbingan teknis. Sebelum buku ini, mereka memberikan testimoninya, baik melalui pernyataan langsung, short message servise (SMS) maupun email. Berikut testimoninya :

Abdillah : Pria asal Banda Aceh, dengan alamat Jalan Jurong Dagang, Lorong Tripa no. 1 Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Beliau mendapat informasi pupuk higeinis dari http://uftwo.com pada Bulan Desember 2011. Sebuah email segera dilayangkan ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dengan harapan akan mendapatkan bimbingan teknis. Setelah berkomunikasi lewat email, akhirnya sebuah program diikutinya, yaitu pelatihan lele online. Setelah mendapatkan buku panduan, penulis memberikan bimbingan lanjutan. Bulan Pebruari lalu, beliau memberikan khabar via email. Berikut dua buah email darinya :

Ass.ww. pak

Semoga bapak dalam keadaan sehat selalu. Amiiin

 

Mau nanya dikit pak,

1 . apakah pergantian/penambahan air kolam bisa dilakukan 10 hari sekali.

2. dalam pergantian/penambahan air tersebut harus disertai penaburan pupuk higeinis juga

3. ketika shifon dilakukan dengan membuang air 10 cm apakah harus kita ganti dengan kelipatannya (20 cm) sehingga dengan demikian air kolam telah bertambah tinggi pak. (untuk yang ini masih agak bingung pak, tp yang saya lakukan buang 10 tambah 20 apakah metode ini sudah benar)

 

Sekedar informasi pak

Saya udah buat pupuk higeinis yang bapak ajarkan kemaren dan juga saya lihat dari panduan yang bapak kirimkan dulu.

Jadi saya buat dengan komposisi 2 kg dedak halus + 1 sendok ragi.

Mohon bimbingannya pak apabila yang saya lakukan salah.

 

Dan rencananya besok/lusa  mau buat probiotiknya juga pak.

 

Setelah bapak berikan bimbingan beberapa hari yang lalu dan bapak sarankan untuk melakukan shifon tingkat kematian udah berkurang pak, memang masih ada juga yang mati pak tp hanya 1 atau 2 ekor.

 

Saat ini saya sedang berusaha untk mengembangkan usaha budi daya air tawar, dan saya juga sudah mencari tempat yang tepat untuk melakukannya.

Kalo dekat dengan sungai apakah bisa dilakukan juga pak, karena kalo dipekarangan rumah susah airnya, untuk pergantian 1 kolam aja abis air satu sumur hehehehe.

 

Sudah ada beberapa teman yang datang kerumah untuk lihat2 kolam terpal saya bahkan sudah 3 orang yang pesan kolamnya pak, lumayan juga pak jadi bisnis kecil-kecilan dan jadi motivasi pengembangan usaha.

Saat ini ada 1 kolam yang udah saya buat rencananya mau saya coba untuk gurami, apakah pupuk higeinis bisa digunakan.

 

 

Terima kasih sudah membimbing saya, semoga jangan bosan pak ya hehehehe.

 

Wassalam

abdillah

 

Assalamu’alaikum pak

Udah lama rasanya gak pernah kasih informasi perkembangan usaha saya ke Bapak.

Alhamdulillah pak saya melaksanakan resep-resep dan ilmu yang bapak berikan, sekarang tingkat kematian sudah sangat kecil, bahkan hampir bisa dibilang tidak ada dan tidak terasa telah kurang lebih satu bulan pak. Kematian benih terjadi diminggu pertama aja pak.

Sekarang kondisi kolam dan ikannya lumayan sehat dengan ramuan dedak campur ragi serta air ikan lele yang juga dicampur dengan ramuan khusus yang bapak ajarkan.

Oh ya pak saya selalu up date membaca website uftwo.com (bina insan perikanan indonsia), saya tertarik dengan tulisan “pembenihan ikan tanpa pakan hingga 7 cm”.

Sepertinya bapak tidak pernah bosan untuk menemukan konsep-konsep pengembangan perikanan budidaya ditengah mahalnya harga pakan. Selamat dan sukses buat bapak.

Saat ini saya tengah berusaha untuk mengembangkan usaha budidaya perikanan ini pak, saat ini saya tengah mencari lokasi yang cocok pak.

saya mohon nantinya bapak bersedia membimbing saya supaya bisa sukses seperti bapak dan memiliki tempat belajar bagi orang-orang yang ingin berusaha di sector perikanan budidaya. Amiiin.

Sekian aja dulu pak dari saya.

Wassalam

abdillah

Daniel Mulya : Pria asal Badung yang bermukim di Pulau Batam, dengan alamat Perumahan 10 Km 74 Kolam Lele, Kelurahan Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Kepulauan Riau, juga memberikan testismoni lewat handphonnya bernomor 085265598989. Beliau mendapatkan informasi pupuk higeinis dari website yang sama. Rencana untuk mengikuti Pelatihan Lele Angkatan 12 dan 13 belum terlaksana, karena sibuk. Pada tanggal 13 Maret, beliau menilpon penulis untuk menanyakan penjual formalin. Katanya, formalin itu akan digunakan untuk mengobati penyaki lele. Penulis segera menginformasikan bahwa penggunaan formalin sudah dilarang, karena berdampak buruk pada konsumen. Lebih baik, sekarang tutup aja tilponnya, nanti akan diberikan resep pengobatan penyakit lele lewat SMS. Setelah lima hari, sebuah khabar gembira datang darinya, juga lewat SMS dengan Bahasa Sunda. PUNTEN PA, NEMBE DIBALAS. PERKAWIS OBAT TEA ALHAMDULILAH SAE (Soal obat Alhamdulillah bagus). Isi SMS bisa dilihat dalam foto.

Ahmad Debus Iskandar : Pria bertubuh gemuk ini turut memberikan testimoni. Usai mengikuti pelatihan lele pada Bulan Maret 2012, langsung mencoba pupuk higeinis di rumahnya, Kampung Pasir Gendok Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten, Banten. Lima paket induk lele sangkuriang langsung dibeli dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dapat hidup dengan baik dan tidak ada yang mati. Hanya satu ekor yang sakit. Namun berkat pupuk higeinis, dalam lima hari, lele tersebut sembuh total. Yakin dengan resep itu, pria yang berwajah mirip Ade Namnung ini membeli lele Thailand dan berniat akan menyilangkan dengan lele sangkuriang agar mendapat lele unggul. Ingin tahu lebih jauh hubungi saja ke nomor 085282911666 atau 087775599844. Berikut testimoni yang dikrim ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it :

Tanggal  11 Maret 2012, saya membeli  5 paket calon indukan sangkuriang dengan berat rata-rata sekitar  400 gram dari BPBAT Sukabumi . Sesampainya di farm, calon induk dimasukan ke dalam kolam calon indukan ukuran 1 x 1 x 1 m masing masing 10 ekor.

Seminggu kemudian, ternyata salah satu calon induk betina terlihat luka parah di sekujur tubuhnya . sepertinya luka itu bekas benturan dengan bambu penutup kolam ketika  sang lele berusaha loncat keluar dari kolam pada saat hujan besar  2 malam sebelumnya dan luka itu kemudian  diperparah oleh sesama calon induk sehingga ekor dan sirip atasnya nyaris habis dan memerah penuh darah sambil tetap dikejar oleh sesamanya.

Lele tersebut segera diangkat dan kemudian  diisolasi di dalam bak container plastik 90 liter dan diberi aerasi, sambil masih bingung mau diobati dengan apa luka luka tersebut ?

Teringat dengan materi pelatihan di BIPI Sukabumi tentang pupuk higienis yang kalau di fermentasi  selama 1 minggu bisa juga digunakan  sebagai obat, akhirnya bak isolasi lele tersebut diberi cairan pupuk higienis  sekitar  200 cc yang kebetulan berlebih sisa  persiapan  kolam calon indukan. Jujur pada saat itu saya masih ragu dan memang tidak berharap banyak akan adanya keajaiban karena lukanya memang benar benar parah.

Sempat terlupakan  dan sama sekali tidak diberi makan selama tiga hari, pada hari keempat bak tersebut dibuka dan hampir hampir tidak percaya,  ternyata lele tersebut masih hidup dan bahkan lukanya sudah tertutup rapat, meskipun belum sembuh sempurna.

Air  didalam bak container kemudian saya ganti dengan air bersih dan Ketika lele tersebut  diberi pakan, ternyata lele itu  sudah mau makan dengan lahap dan seminggu kemudian sang calon induk benar benar sudah lincah dan sehat kembali meskipun ekor dan sirip atasnya sudah terlanjur hilang sebagian.

Terima kasih kepada pak Usni, karena dengan “formula ajaib” nya yang justru sangat sederhana, murah dan mudah membuatnya.  akhirnya calon induk sangkuriang saya bisa diselamatkan serta sehat kembali dan semoga saja  bisa segera ikut menyumbangkan anak-anak lele  yang sehat dan unggul seperti ibu bapaknya. . J

Terlampir adalah foto penampakan sang lele 10 hari setelah pengobatan  dengan pupuk higienis yang berfungsi ganda sebagai “obat ajaib”  dari sang lele.

Wassalam,

Iskandar  ( www.leleunggul.com phone.   : 085282911666, 087775599844 di Rangkasbitung – Banten)

Sayuti : Pemuda asal Sukabumi, tetangga penulis, tidak hanya terkesan dengan pupuk higeinis, tetapi juga dengan pribadi penemunya, yang santun, rendah hati, bijaksana dan berjiwa besar serta penuh dedikasi pada bidangnya. Soal pupuk higeinis, pemuda yang masih lajang ini sudah tidak meragukan lagi. Kenyataan itu dilihatnya sendiri di Farm BIPI. Hampir semua kolam penuh dengan ikan lele. Ketika diberi pakan, ikan muncul serentak memenuhi permukaan kolam, hingga raik air terdengar jelas.

Tak berapa lama delapan buah kolam segera dibuatnya, dengan Dedi, saudaranya. Pemeliharaan lele segera dijalankannya. Dalam empat minggu, sudah menghasilkan 18.000 ekor benih lele berukuran 4 – 7 cm, sebagian besar berukuran 5 – 7 cm. Dengan modal Rp. 400.000,- dapat menghasilkan uang sebesar Rp. 2.000.000,- lebih. Menurutnya, ada satu pengalaman yang sangat menarik selama itu. Inilah ceritanya :

Sekitar pukul 21.00. Saya sudah memberi pakan lele dua kali. Karena benih lele banyak, saya merasa gembira. Sebuah gitar kiranya dapat menambah kegembiraan. Teman saya, Abdul yang kini menjadi karyawan BIPI tiduran di atas pematang kolam, dengan tawanya yang khas. Tiba-tiba bapa datang, begitu saya manggil Pak Usni. Kenapa ini ikan lele ? tanyanya. Saya bengong dengan pertanyaan itu. Lagi tidur, spontan Abdul menjawab. Bukan tidur, ikan ini teller, kata bapa sambil mencium air kolam. Cepat ambil tindakan !!

Sebuah tindakan segera dilakukan, yaitu dengan memberi obat anti bau air. Namun setelah 30 menit, ternyata tidak berubah, air kolam tetap bau. Sudah pakai cara kita saja, kata bapa. Sebanyak 2/3 bagian air kolam dibuang. Setelah ditambah air baru, pupuk higeinis yang sudah siap segera dimasukan. Luar biasa, hanya dalam dua jam, napsu makan ikan lele mulai pulih. Ternyata keadaan itu disebabkan karena bau airnya sudah hilang. Tak percuma melek hingga pukul 03.00 pagi, karena pengalaman baru diperoleh. Terima kasih Pak Usni !!!

Sebenarnya masih banyak testimoni lainnya, tapi tidak mungkin dimuat dalam buku ini. Bambang Sugianto, peserta pelatihan online Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Beliau membenarkan efektifitas pupuk higeinis lewat Facebooknya, bahwa dalam dua hari Moina sudah melimpah. Masih dari peserta pelatihan online, Fariz dari Magelang. Kondisi ikan saya Alhamdulillah sehat, tidak ada yang mati plus menggantung. Terima kasih Pak Usni !!!

Informasi ini hanya dari Bina Insan Perikanan Indonesia (BIPI)

 

 

 

Informasi Terkini

Artikel Terpopuler

### USNI ARIE BIPI ###
Banner
KARYA TH 2000
Banner
KARYA TH 2012
Banner
Banner
Banner
BUKU TERBARU TH 2014
Banner
PROMO PAKAN MURAH
Banner
We have 11 guests online
PENGUNJUNG
mod_vvisit_counterHari ini103
mod_vvisit_counterKemarin972
mod_vvisit_counterBulan ini18891
mod_vvisit_counterTotal565910